Dampak Perkembangan Teknologi Pada Pembuatan Kapal Phinisi
DI
S
U
S
U
N
Oleh:
Arfah Gunawan
2142
XII.IS2
SMAN 9 BULUKUMBA
BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Dizaman era globalisasi seperti sekarang, perkembangan ilmu pengetahuan sangat pesat, kian hari kian meningkat. Akibat perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat pesat, manusia telah banyak menciptakan hal-hal yang baru (inovasi) , baik dibidang teknologi, informasi dan maupun dibidang komunikasi. Dibidang teknologi misalnya, alat-alat tradisional telah tergantikan dengan alat-alat yang super canggih.
Perkembangan teknologi dapat mempermudah disegala bidang, namun perkembangan teknologi tidak hanya mempunyai dampak positif tapi tapi juga berdampak negatif bagi manusia misalnya saja pada proses pembuatan kapal phinisi dulunya menggunakan alat-alat tradisional tapi sekarang telah menggunakan alat-alat yang super canggih.
Perkembangan teknologi sangatlah berpengaruh pada proses pembuatan kapal phinisi terutama ditanah beru oleh karena itu saya sebagai seorang peneliti muda mengangkat "Dampak perkembangan Teknologi pada pembuatan kapal phinisi diTanah Beru" sebagai judul penelitian.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut
1. Faktor apa saja yang mempengaruhi sehingga teknologi sangat berpengaruh pada proses pembuatan kapal phinisi di Tanah beru?
2. Apa sajakah dampak positif perkembangan teknologi pada pembuatan kapal phinisi diTanah beru?
3. Apa sajakah dampak negatif perkembangan Teknologi pada pembuatan kapal phinisi diTanah beru?
4. Apa sajakah perbedaan pada pembuatan kapal phinisi sebelum dan pada saat berkembangnya Teknologi?
C. Tujuan dan manfaat
~Tujuan
1. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi sehingga teknologi juga sangat berpengaruh pada proses pembuatan kapal phinisi ditanah beru.
2. Untuk mengetahui dampak positif perkembangan teknologi pada pembuatan kapal phinisi ditanah beru.
3. Untuk mengetahui dampak negatif perkembangan teknologi pada pembuatan kapal phinisi ditanah beru.
4. Untuk mengetahui perbedaan pada pembuatan kapal phinisi sebelum dan sesudah berkembangnya teknologi.
~Manfaat
Menambah wawasan bagi masyarakat tentang dampak perkembangan Teknologi pada pembuatan kapal phinisi ditanah beru.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A). Landasan Teori
a. Pengertian Teknologi
Teknologi adalah satu ciri yang mendefinisikan hakikat manusia yaitu bagian dari sejarahnya meliputi keseluruhan sejarah. Teknologi, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering). Dengan kata lain, teknologi mengandung dua dimensi, yaitusciencedanengineeringyang saling berkaitan satu sama lainnya. Sains mengacupada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya.Definisi mengenai sains menurut Sardar (1987, 161) adalah sarana pemecahan masalah mendasar dari setiap peradaban. Tanpa sains, lanjut Sardar (1987, 161) suatu peradaban tidak dapat mempertahankan struktur-struktur politik dan sosialnya atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar rakyat dan budayanya. Sebagai perwujudan eksternal suatu epistemologi, sains membentuk lingkungan fisik, intelektual dan budaya serta memajukan cara produksi ekonomis yang dipilih oleh suatu peradaban. Pendeknya, sains, jelas Sardar (1987, 161) adalah sarana yang pada akhirnya mencetak suatu peradaban, dia merupakan ungkapan fisik dari pandangan dunianya. Sedangkan rekayasa, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) menyangkut hal pengetahuan objektif (tentang ruang, materi, energi) yang diterapkan di bidang perancangan (termasuk mengenai peralatan teknisnya). Dengan kata lain, teknologi mencakup teknik dan peralatan untuk menyelenggarakan rancangan yang didasarkan atas hasil sains.Seringkali diadakan pemisahan, bahkan pertentangan antara sains dan penelitian ilmiah yang bersifat mendasar (basic science and fundamental) di satu pihak dan di pihak lain sains terapan dan penelitian terapan (applied science and applied research). Namun, satu sama lain sebenarnya harus dilihat sebagai dua jalur yang bersifat komplementer yang saling melengkapi, bahkan sebagai bejana berhubungan; dapat dibedakan, akan tetapitidak boleh dipisahkan satu dari yang lainnya (Djoyohadikusumo 1994, 223).
~Pengertian Teknologi Menurut Para Ahli
1. Menurut Capra
Makna Teknologi, menurut Capra (2004, 106) seperti makna ‘sains’, telah mengalami perubahan sepanjang sejarah. Teknologi, berasal dari literatur Yunani, yaitu technologia, yang diperoleh dari asal kata techne, bermakna wacana seni. Ketika istilah itu pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris di abad ketujuh belas, maknanya adalah pembahasan sistematis atas ‘seni terapan’ atau pertukangan, dan berangsur-angsur artinya merujuk pada pertukangan itu sendiri. Pada abad ke-20, maknanya diperluas untuk mencakup tidak hanya alat-alat dan mesin-mesin, tetapi juga metode dan teknik non-material. Yangberarti suatu aplikasi sistematis pada teknik maupun metode. Sekarang sebagian besar definisi teknologi, lanjut Capra (2004,107) menekankan hubungannya dengan sains. Ahli sosiologi Manuel Castells seperti dikutip Capra (2004, 107) mendefinisikan teknologi sebagai ‘kumpulan alat, aturan dan prosedur yang merupakan penerapan pengetahuan ilmiah terhadap suatu pekerjaan tertentu dalam cara yang memungkinkan pengulangan.Akan tetapi, dijelaskan oleh Capra(107) teknologi jauh lebih tua daripada sains. Asal-usulnya pada pembuatan alat berada jauh di awal spesies manusia, yaitu ketika bahasa, kesadaran reflektif dan kemampuan membuat alat berevolusi bersamaan. Sesuai dengannya, spesies manusia pertama diberi namaHomo habilis(manusia terampil) untuk menunjukkan kemampuannya membuat alat-alat canggih.Dari perspektif sejarah, seperti digambarkan oleh Toynbee (2004, 35) teknologi merupakan salah satu ciri khusus kemuliaan manusia bahwa dirinya tidak hidup dengan makanan semata.Teknologi merupakan cahaya yang menerangi sebagian sisi non material kehidupan manusia. Teknologi, lanjut Toynbee (2004, 34) merupakan syarat yang memungkinkan konstituen-konstituen non material kehidupan manusia, yaitu perasaan dan pikiran , institusi, ide dan idealnya. Teknologi adalah sebuah manifestasi langsung dari bukti kecerdasan manusia.Dari pandangan semacam itu, kemudian teknologi berkembang lebih jauh dari yang dipahami sebagai susunan pengetahuan untuk mencapai tujuan praktisatau sebagai sesuatu yang dibuat atau diimplementasikan serta metode untuk membuat atau mengimplementasikannya. Dua pengertian di atas telah digantikan oleh interpretasi teknologi sebagai pengendali lingkungan seperti kekuasaan politik di mana kebangkitan teknologi Barattelah menaklukkan dunia dan sekarang telah digunakan di era dunia baru yang lebih ganas. Untuk memperjelas statement tersebut, kita coba menelaah teknologi secara lebih dalam lagi. Melihat substansi teknologi secara lebih komprehensif, yaitu konsepsi teknologi dari kerangka filsafat.
2. Menurut Gorokhov
Teknologi menurut Gorokhov (1998) secara konseptual memiliki tiga makna prinsip, yaitu, (1) teknologi (secara teknis) sebagai agrerat dari semua artifak-artifak manusia yang dipergunakan, mulai dari perkakas sampai dengan sistem teknologis kompleks yang berskala besar; (2) teknologi sebagai agregat dari seluruh aktivitas teknis, penemuan yang bersifatinvention(penciptaan) dandiscovery(penemuan), riset dan pengembangan, dan tahapan-tahapan dalam penciptaan teknologis yang berhasil, serta penyebarannya ke masyarakat secara luas; dan (3) teknologi sebagai agregat dari keseluruhan pengetahuan teknis, mulai dari teknik yang sangat khusus dan praktik-praktiknya sampai pada sistem teknologis-saintifik teoretis termasuk pengetahuan mengenai perekayasaan (engineering knowlodge) danknow-how-nya.Dengan demikian, teknologi, menurut Gorokhov (1998), didefinisikan sebagai studi mengenai hubungan antara umat manusia dan dunia yang dimanifestasikan dalam pandangan teknologis dunia, studi mengenai fenomena teknologis sebagai keseluruhan, menempatkan teknologi dalam perkembangan masyarakat sebagai keseluruhan (dan bukan hanya perkembangan teknologi yang terisolasi), dan dalam dimensi historis, antara restrospektif dan prospektif.Tujuan dari studi teknologi menurut Gorokhov (1998) terutama difokuskan pada sains teknis atau perekayasaan, produksi teknis, aktivitas, dan pengetahuan sebagai fenomena kebudayaan; dan pengembangan kesadaranteknologis, terutama pemahaman diri dari engineer dan teknisi dalam praktik perekayasaan dan pengetahuan teknis.
3.Menurut Quintanilla
Pandangan yang hampir mirip dengan Gorokhov (1998), digagas oleh Quintanilla (1998) berkaitan denganTechnological Progresshubungannya dengan Filsafat Teknologi. Quintanalla (1998) membagi pandangan dalam filsafat teknologi dalam tiga pandangan, yaitu pandangan kognitif, pandangan instrumental dan pandangan praksiologis. Masing-masing pandangan tersebut akan diikuti oleh perubahan dan kemajuan teknologi yang berbeda.Dalam pandangan kognitif, teknologi merupakan bentuk pengetahuan praktis berbasiskan sains yang mengarahkan kita untuk mendesain artifaksecara efisien untuk memecahkan masalah praktis. Perubahan teknologis terutama memproduksi lebih jauh riset aplikasi saintifik dan pengembangan pengetahuan teknologis. Sedangkan kemajuan teknis konsisten dengan peningkatan pengetahuandan tergantung, pada ekstensi yang luas, dalam kemajuan (Quintanilla 1998).Dari pandangan instrumental, teknologi adalah set dari artifak-artifak yang secara intensif didesain dan diproduksi untuk melaksanakan fungsi dan pemuas kebutuhan manusia.Perubahan teknologi dalam pandangan instrumental konsisisten dengan peningkatan kuantitas dan beragam artifak. Sedangkan kemajuantechnologicaldidefinisikan sebagai fungsi kuantitas dan kepentingan dari kebutuhan manusia yang dapat memuaskan mereka dalam perangkat teknologis yang dapat dipakai (Quintanilla 1998).Pandangan ketiga, yang merupakan pendekatan yang dilakukan olehQuintanilla (1996) dalam Quintanilla (1998), yaitu dari pendekatan praksiologis, dasar dari entitas teknologis bukanlah sistem pengetahuan (pandangan kognitif) maupun set dari artifak (pandangan instrumental), tetapi lebih merupakan sistem yang kompleks yang dibentuk dari artifak-artifak ditambah dengan penggunanya atauintentional operator.Dari pandangan tersebut, Quintanilla (1998) dapat membuat karakterisasi dari sistem teknologis sebagai sistem-sistem aksi yang secara intensional diorientasikan pada transformasi objek konkret agar memperoleh, dalam tingkat efisiensi, hasil yang bernilai. Perubahan teknologis konsisten dalam mendesain dan memproduksi sistem teknik yang baru dan dalam pengembangan yang berkaitan dengan efisiensi. Sedangkan kemajuan teknologis dapat diinterpretasikan sebagai kenaikan kekuasaan manusia dalam mengendalikan realitas. Sistem teknisnya yang baru dan lebih efisien diaplikasikan pada bagian yang baru dan lebih luas dari realitas yang berarti kapasitas tertinggi untuk melakukan adaptasi realitas bagi kepuasan manusia.Dari pandangannya mengenai praksiologis tersebut, Quintanilla (1998) kemudian memberikan inti dari kemajuan teknologis.Pertama, Tujuan teknologi adalah untuk meningkatkan kekuasaan manusia dalam mengendalikan dan menciptakan realitas.Kedua, Pengembangan teknologis memiliki dimensi ganda, yaitu inovasi dan efisiensi.Ketiga, dalam mengkarakterisasikan kemajuan teknis sebagai peningkatan kekuasaan manusia terhadap realitas, strategi yang perlu dilakukan secara konsisten adalah dengan mendefinisikan fungsi kemajuan teknologis yang dikombinasikan dengan inovasi dan efisiensi.Yang menjadi masalah dalam pemikiran Quintanalla (1998) adalah akhir dari artikelnya tersebut, ketika teknologi dihadapkan dengan masalah moral. Menurutnya, tidak ada kaitan antara teori kemajuan teknologis dan pertanyaan yang berkaitan dengan nilai-nilai moral, ekonomi,sosial, dan lainnya. Menurut Quintanalla (1998), hal tersebut jelas dalam dua hal;pertama, penjelasan tujuan sistem teknis adalah komponen esensial dari definisi sistem teknis itu sendiri.Kedua, konsekuensi praktis berkaitan dengan teori standar kemajuan teknologis (yang telah dijelaskan di atas) tidak hanya diakibatkan dari tingkat inovasi dan efisiensi teknis saja, tetapi kondisi material kehidupan manusia.Pemikiran filosofis dari teknologi yang dilakukan Quintanalla (1998) tersebut,adalah bentuk dari tercerabutnya nilai-nilaidalam kebudayaan manusia sekaligus terpisahnya teknologi dari ibu kandungnya, yaitu sains. Bahkan ditegaskan oleh Gorokhov (1998):Jika kita berpikir tentang teknologi sebagai penciptaan lingkungan baru (“a second nature”), kemudian di sanaterdapat tiga fase pengembangan teknologi modern: kaitan teknologi pada sains, kaitannya dengan ekonomi, dan kaitannya dengan lingkungan. Filsafat teknologi baru harus mulai dikembangkan sebagai pengembanganscientific-technologicaltersendiri dengan memasukkan filsafat lingkungan, termasukfilsafat pembangunan berkelanjutan.Kritik nilai dan moral terhadap teknologi bukannya tidak dilakukan dari kalangan Barat sendiri. Diingatkan Van Melsen (1985, 111) bahwa selama ini manusia kurang belajar bagaimana hidup dengan teknologi, sehingga mereka terkesan lebih sebagai hamba teknologi daripada sebagai tuannya. Oleh Mumford (1977) dalam Mangunwijaya (1985), dikatakan semua ini berawal dari transformasi radikal seluruh kehidupan manusia, yang sebagian besar dipengaruhi oleh pertemuan antara matematika dan fisika dengan teknologi. Yaitu pergeseran dari teknik empiris berdasar tradisi ke suatu cara eksperimental, yang berkembang menjadi bom atom, pesawat supersonik, informasi sibernetik (komputasi), komunikasi jarak jauh, yang perkembangannya ditempuh dalam waktu relatif pendek, dari perkembangan teknologi sebelumnya. Hal itu menurut Van Melsen (1985, 111) terdapat tiga kemungkinan yang menyebabkannya.Pertama, belum sempurnanya teknologi, ataukedua, teknologi telah menimbulkan bentuk-bentuk praksis lain yang mengharuskan kita belajar dalam hubungansosial yang baru; atauketiga, disebabkan juga karena lemahnya refleksi filosofis danetis atas bentuk-bentuk baru di bidang ilmu pengetahuan dan praksis beserta implikasinya.
4. PrayitnoMenurut Prayitno dalam Ilyas (2001),
teknologi adalah seluruh perangkat ide, metode, teknik benda-benda material yang digunakan dalam waktu dan tempat tertentu maupun untuk memenuhi kebutuhan manusia.
5. Mardikanto
Adalah suatu perilaku produk, informasi dan praktek-praktek baru yang belum banyak diketahui, diterima dan digunakan atau diterapkan oleh sebagian warga masyarakat dalam suatu lokasi tertentu dalam rangka mendorong terjadinya perubahan individu dan atau seluruh warga masyarakat yang bersangkutan.
6. Soeharjo dan Patongdalam Wasono (2008)
menguraikanmakna teknologi dalam tiga wujud yaitu cara lebih baik, pemakai peralatan baru danpenambahan input pada usahatani. Lebih lanjut dikatakan bahwa teknologi hendaknya memiliki syarat-syarat sebagai berikut : (1) teknologi baru hendaknya lebihunggul dari sebelumnya; (2) mudah digunakan; dan (3) tidak memberikan resiko yang besar jika diterapkan.
7. Mosher
Teknologi merupakan salah satu syarat mutlak pembangunan pertanian.2.2.8FadholiSedangkan untuk mengintroduksi suatu teknologi baru pada suatu usahatani menurut Fadholi (1991), ada empat faktor yang perlu diperhatikan yaitu (1) secara teknis dapat dilaksanakan; (2) secara ekonomi menguntungkan; (3) secara sosial dapat diterima dan (4) sesuai dengan peraturan pemerintah.Suatu teknologi atau ide baru akan diterima oleh petani jika (a) memberi keuntungan ekonomi bila teknologi tersebutditerapkan (profitability); (b) teknologi tersebut sesuai dengan lingkungan budaya setempat (cultural compatibility); (c) kesesuai dengan lingkungan fisik (physical compatibility); (d) teknologi tersebut memiliki kemudahan jika diterapkan; (e) penghematan tenaga kerja dan waktu dan (f) tidak memerlukan biaya yang besar jika teknologi tersebut diterapkan (Mardikanto,1993).
B. Hipotesis
Perkembangan Teknologi sangat berdampak baik pada pembuatan kapal phinisi diTanah beru.
C. Kerangka Berfikir
Dampak perkembangan teknologi
Faktor yang mempengaruhi sehingga teknologi sangat berpengaruh pada proses pembuatan kapal phinisi
Dampak positif perkembangan teknologi pada pembuatan kapal phinisi diTanah beru
Dampak negatif perkembangan teknologi pada pembuatan kapal phinisi diTanah beru
Perbedaan pada proses pembuatan kapal phinisi sebelum dan pada saat berkembangnya teknologi
Solusi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A.Tempat dan Waktu
Penelitian ini dimulai pada tanggal 22 januari 2015 dan berakhir 14 maret 2015 dan beryempat ditanah beru.
B. Jenis penelitian
Jenis penelitian ini mengginakan deskriptif dengan mengangkat fakta-fakta gejalah-gejalah yang ada.
C. Populasi dan sampel
~populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna facebook 15 orang dan pengguna BBM 5 orang
~sampel
Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sampel total.
Seluruh objek dalam populasi dijadikan sampel penelitian hingga sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah pengguna social media.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Metode ini kami lakukan karena jangka waktu yang kami miliki dalam proses pembuatan laporan ini terbatas sehingga kami harus menggunakan angket untuk mempermudah dan mempercepat proses pengumpulan data kami.Metode ini kami lakukan dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan kepada responden dengan menyertakan opsi pada setiap pertanyaannya.
BAB IV HASIL PENELITIAN
A.Penyajian Data
Data kami peroleh dari hasil menyebar angket. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut:
I.KETERANGAN ANGKET
1.Angket ini dimaksudkan untuk memperoleh data objektif dari siswa dalam penyusunan skripsi.
2.Dengan mengisi angket ini, berarti telah ikut serta membantu kami dalam penyelesaian studi.
II.PETUNJUK PENGISIAN ANGKET
1.Sebelum anda menjawab daftar pertanyaan yang telah disiapkan, terlebih dahulu isi daftar identitas yang telah disediakan.
2.Bacalah dengan baik setiap pertanyaan, kemudian beri tanda silang (x) pada jawaban yang dianggap paling tepat.
3. Isilah angket ini dengan jujur serta penuh ketelitian sehingga semua soal dapat dijawab. Dan sebelumnya tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih atas segala bantuannya.
III. IDENTITAS SISWA
1.Nama :
2.Umur :
3.Jenis kelamin :
4.Hari/Tgl :
IV.DAFTAR PERTANYAAN
1. Apakah benar teknologi sangat berpengaruh pada proses pembuatan kapal phinisi di Tanah beru?
A. YA
B. TIDAK
2. Apa benar perkembangan teknologi berdampak positif pada pembuatan kapal phinisi diTanah beru ?
A. YA
B. TIDAK
3. Apakah benar teknologi juga berdampak buruk pada pembuatan kapal phinisi ditanah beru?
A. YA
B. TIDAK
B.Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan paparan data hasil pengisian angket oleh responden, dapat diketahui bahwa hipotesis penulis pada BAB II Benar.
A. Faktor yang mempengaruhi sehingga teknologi sangat berpengaruh pada proses pembuatan kapal phinisi
1. Alat-alat canggih
2. Metode pembuatan yg moderen
3. Pesanan dari dalam dan luar negeri
4. Bahan- bahan hasil inovasi
B. Dampak positif perkembangan teknologi pada pembuatan kapal phinisi diTanah beru
1. Pembuatan kapal phinisi menjadi lebih mudah
2. Pembuatan kapal phinisi menjadi cepat dan tidak memerlukan waktu lama lagi
3. Teknologi pembuatan kapal pinisi kian hari semakin moderen
C. Dampak negatif perkembangan teknologi pada pembuatan kapal phinisi diTanah beru
1. Model dan bentuk kapal phinisi telah banyak mengalami perubahan
2. Kapal phinisi mengalami evolusi
3. Banyak terjadi kecelakaan kerja akibat kesalahan menggunakan alat canggih
D. Perbedaan pada proses pembuatan kapal phinisi sebelum dan pada saat berkembangnya teknologi
No
Sebelum berkembangnya teknologi
Sesudah berkembangnya teknologi
1.
Menggunakan alat-alat tradisional
Menggunakan alat-alat canggih
2.
Membuatnya membutuhkan waktu lama
Membuatnya dengan waktu yg singkat
3.
Membuatnya susah
Menbuatnya mudah
E. Solusi
Pembuatan kapal phinisi sebaiknya mengikuti perkembangan teknologi
BAB V PENUTUP
A.Kesimpulan
Dari berbagai data yg telah diambil dari angket, dapat disimpulkan bahwa teknologi lebih banyak dampak positifnya dari pada dampak negatifnya pada pembuatan kapal phinisi ditanah beru.
B. Saran
Sebaiknya kita memanfaatkan teknolpgi sebaik-baiknya tapi jangan terlalu bergantung pada teknologi karena teknologi juga dapat berdampak negatif.
.DAFTAR PUSTAKA
http://m.facebook.com
http://m.yahoo.com
http://m.google.com
Aplikasi BlackBerry Messenger
Arfah Gunawan


