Selamat malam para pejuang cinta, Saya Bang AGe berbagi sedikit kisah yang intinya kisah nyata Aku Dan Dia. Kali ini yang saya bahas adalah Dia, Dia yang saya kagumi dari segi pola pikir, konsistensi waktu dan komitmen, meskipun komitmennya sempat saya patahkan. Tanpa banyak basi basi silahkan simak kisah kami (Bang AGe dan Kesayangan),Aku dan Dia part2. Cekidottt!!!
Masih dilokasi yang sama yaitu pantai pasir putih Bira atau lebih dikenal dengan tanjung Bira. Pasir putih Bira jadi saksi bisu antara aku dan dia, disana ada jejak yang tertinggal dikala itu disaat cahaya sang mentari menyinari semesta. Disana kami muter muter meski panas, karena kepanasan saya berinisiatif angkat jaket keatas agar tidak kepanasan dan tiba tiba si Dia dempet kesaya supaya kebagian ketutupan jaket, mungkin disitulah rasa sayang ini muncul. Degdegan sangat terasa dikala itu, sampai2 jaket saya tidak saya cuci beberapa minggu, saking sayangnya, hehehehe. Moment bersama pun mulai mencaikan suasana sampai akrab dan foto foto bareng tanpa ada rasa jaim sama sekali, itu yang saya suka dari dia. Haripun mulai sore, kamipun melanjutkan perjalan kepantaibselanjutnya yaitu pantai panrang luhu sentara pembuatan kapal tradisional (kapal phinisi). Sesampainya dipantai panrangluhu kami pun lanjutin bersenang senang main pasir main ombak, saking senangnya si Dia minta difotoin sambil lompat kaya foto foto yang sempat hits, sayangnya saya gagal terus motretnya alhasil Dia agak kesal kesaya krn hasil fotonya berantakan. Ada moment yang bikin ketawa ketiwi tdk jelas yaitu moment ketika sepatu adiknya si Dia hilang diterjang ombak, sampai saya kena sasaran tuduhan. Untungnya si Dia bawa uang untuk beli sendal jepit merek jomblo ehh swallow 😁, saya kirain bakalan tidak pakai sendal pulang. Hari itu kami sangat menikmati kebersamaan smapai sampai lupa waktu, kami pun pulang membawa tawa dan lelah.
Hari hari selanjutnya kami jalani seperti biasa kumpul sambil tertawa bareng, samai pada akhirnya dia pulang kekampungnya Bone. Tiap harinya berharap dia tidak pulang cepat, saya seakan tidak terima tapi tidak bisa juga berbuat apa apa. Dia pergi meningkalkan rasaku yang belum saya ungkapkan. Sepulang kerja saya buka facebook ternyata si dia tag akunku dengan kata kata "jangan rindu yahh" tapi nyatanya saya rindu. Tiap hari, tiap menit bahkan hampir tiap detik kami ngobrol via chat di facebook. Chat kami selalu bahas rindu, rindu dan rindu dan akhirnya sayabakan mengungkapkan rasaku tapi saya bikin penasaran dulu terhadap apa yg saya sampaikan, seharian saya buat penasaran tapi dia sangat peka, dia tau apa yg saya ingin ungkapkan. Jadi saya ungkapkan deh " AKU SAYANG KAMU" ....
Jangan lupa baca part 1 nya dan tunggu part selanjutnya..
Masih dilokasi yang sama yaitu pantai pasir putih Bira atau lebih dikenal dengan tanjung Bira. Pasir putih Bira jadi saksi bisu antara aku dan dia, disana ada jejak yang tertinggal dikala itu disaat cahaya sang mentari menyinari semesta. Disana kami muter muter meski panas, karena kepanasan saya berinisiatif angkat jaket keatas agar tidak kepanasan dan tiba tiba si Dia dempet kesaya supaya kebagian ketutupan jaket, mungkin disitulah rasa sayang ini muncul. Degdegan sangat terasa dikala itu, sampai2 jaket saya tidak saya cuci beberapa minggu, saking sayangnya, hehehehe. Moment bersama pun mulai mencaikan suasana sampai akrab dan foto foto bareng tanpa ada rasa jaim sama sekali, itu yang saya suka dari dia. Haripun mulai sore, kamipun melanjutkan perjalan kepantaibselanjutnya yaitu pantai panrang luhu sentara pembuatan kapal tradisional (kapal phinisi). Sesampainya dipantai panrangluhu kami pun lanjutin bersenang senang main pasir main ombak, saking senangnya si Dia minta difotoin sambil lompat kaya foto foto yang sempat hits, sayangnya saya gagal terus motretnya alhasil Dia agak kesal kesaya krn hasil fotonya berantakan. Ada moment yang bikin ketawa ketiwi tdk jelas yaitu moment ketika sepatu adiknya si Dia hilang diterjang ombak, sampai saya kena sasaran tuduhan. Untungnya si Dia bawa uang untuk beli sendal jepit merek jomblo ehh swallow 😁, saya kirain bakalan tidak pakai sendal pulang. Hari itu kami sangat menikmati kebersamaan smapai sampai lupa waktu, kami pun pulang membawa tawa dan lelah.
Hari hari selanjutnya kami jalani seperti biasa kumpul sambil tertawa bareng, samai pada akhirnya dia pulang kekampungnya Bone. Tiap harinya berharap dia tidak pulang cepat, saya seakan tidak terima tapi tidak bisa juga berbuat apa apa. Dia pergi meningkalkan rasaku yang belum saya ungkapkan. Sepulang kerja saya buka facebook ternyata si dia tag akunku dengan kata kata "jangan rindu yahh" tapi nyatanya saya rindu. Tiap hari, tiap menit bahkan hampir tiap detik kami ngobrol via chat di facebook. Chat kami selalu bahas rindu, rindu dan rindu dan akhirnya sayabakan mengungkapkan rasaku tapi saya bikin penasaran dulu terhadap apa yg saya sampaikan, seharian saya buat penasaran tapi dia sangat peka, dia tau apa yg saya ingin ungkapkan. Jadi saya ungkapkan deh " AKU SAYANG KAMU" ....
Jangan lupa baca part 1 nya dan tunggu part selanjutnya..

